Home > Umum > Pagi 15 April 2012

Pagi 15 April 2012

Minggu, 15 April 2012 jam 08:30. Pagi ini saya bangun kesiangan, bukan karena malas, tapi karena saya begadang semalam menginstal laptop baru milik adik saya. Setelah sepenuhnya sadar saya melihat sekeliling kamar saya yang ternyata keadaannya cukup kacau, tidak berbeda jauh dengan penghuninya. Sampah berserakan dimana-mana, kertas-kertas menumpuk tidak terurus, tidak lupa debu sudah menggunung cukup tebal. Setelah melihat sekeliling kamar tiba-tiba saya teringat aktifitas yang dulu pernah saya lakukan dengan dia di kamar ini.

Dahulu setiap weekend dia selalu berkunjung ke rumah saya untuk diskusi tentang skripsinya. Pagi hari saya harus bersiap menjemputnya di pasar, padahal biasanya weekend saya selalu bangun siang😀. Setiap kali dia ke sini selalu membawa makanan, beberapa kali dia membawakan makanan yang memang sedang saya idamkan, kalo tidak salah jco dan holand bakery. Setelah sampai di rumah biasanya kami duduk dulu di ruang tamu, sedikit mengobrol dengan ibu saya sebelum akhirnya kami masuk ke kamar untuk memulai diskusi. Setiap kali dia berkunjung ke rumah saya selalu dia meminta air putih, mungkin dia ingin hidup sehat kali yah atau merasa nga enak karena sudah merepotkan. Seingat saya hanya satu kali dia meminta untuk dibuatkan kopi.

Biasanya kami memulai diskusi jam 9, dia duduk di kursi jelek yang sama sekali tidak layak untuk diduduki, tapi itulah yang saat ini saya miliki. Sedangkan saya duduk di sampingnya, mengamati yang sedang dia kerjakan, menjawab pertanyaannya, tidak jarang kami juga berdebat. Tidak jarang kami juga bercanda di sini.

Ya Allah saat-saat itu sekarang sangat jelas tergambar di pikiran saya. Sekarang hanya bisa melihat setiap sudut kamar, dimana dulu dia pernah ada di sini, dimana dulu dia tersenyum, tertawa, berdebat dengan saya. Saya merindukan hari-hari itu.

Kamar ini sekarang menjadi saksi bisu hubungan saya dengan dia. Di sini, dulu, hampir setiap hari saya memikirnya apa yang saya harus lakukan, apakah saya menyatakan cinta ke dia dan menembaknya atau saya tetap menunggunya selesai skripsi. Bentrok antara hati dan pikiran selalu terjadi hampir setiap hari di sini. Pada saat mengerjakan aplikasi, di beberapa titik saya menemui kebuntuan, bahkan sempat frustasi, di kamar inilah saya berjuang mengalahkan keputus asaan tersebut. Demi dia, apapun saya lakukan, pantang tidur sebelum kebuntuan saya terpecahkan. Kursi jelek yang saya sebutkan di atas menjadi saksinya, bagaimana saya berlama-lama duduk di atasnya, mencoba berbagai alternatif untuk memecahkan kebuntuan yang saya alami. Sering juga saya melamun di kamar ini, apa akhir hubungan saya dengan dia. Di kamar inilah perasaan cinta saya ke dia pertama kali tumbuh, saya lupa tepatnya kapan. Tumbuh dan terus membesar hingga saat ini. Tapi di kamar ini pulalah saya mendapati kenyataan pahit itu.

Categories: Umum
  1. No comments yet.
  1. April 15, 2012 at 3:45 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: