Home > Umum > Malam 25 April 2012, Hati ini kembali menangis

Malam 25 April 2012, Hati ini kembali menangis

Rabu, 25 April 2012 jam 22:38. Malam ini kesedihan saya kembali memuncak. Entah apa penyebabnya saya juga tidak mengerti. Gambaran wajahnya terus muncul di pikiran saya. Bukan hanya itu, tapi kenangan saat bersamanya juga ikut muncul. Tiba-tiba saya juga memikirkan kenapa dia bisa memilih pria lain disbanding saya. Pikiran-pikiran itu terus menerus muncul dan hilang dalam otak saya. Membuat saya sama sekali tidak dapat berkonsentrasi, adrenalinpun rasanya meningkat, tidak jarang saya mengambil nafas panjang. Ingin sekali saya menangis malam ini, tapi air mata saya tidak keluar.

Padahal tadinya saya berencanya untuk mulai belajar materi kuliah S2 yang kemarin baru saya dapat. Ebook sudah saya buka, sudah saya pilih bab yang ingin saya pelajari malam ini. Tapi itu semua sirna, konsentrasi saya buyar, tergantikan dengan rasa sedih yang teramat dalam dan menyakitkan.

Kenapa saya tidak bisa juga melupakan dia. Setiap hari saya masih memikirkannya, senyumannya masih sering terbayang di pikiran saya.  Kenyataan bahwa dia lebih memilih pria lain juga tidak henti-hentinya saya pikirkan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan saya? Sudah hamper 3 minggu berlalu, bukan kemajuan yang saya dapat, melainkan kemunduran. Konsentrasi saya tidak juga membaik, bahkan sudah berdampak pada kesehatan. Beberapa kali migrant dan maag saya sempat kambuh walaupun tidak terlalu hebat. Semangat saya untuk melewati jam demi jam juga tidak bertambah sedikitpun. Bahkan saya merasa tidak bersemangat untuk beraktifitas, baik di kantor maupun di kampus.

Adakah yang salah dengan saya? Kenapa saya masih memikirkan dia? Kenapa juga saya masih menyimpan rasa cinta ini? Padahal saya tahu kalau semua itu hanya bertepuk sebelah tangan. Saat ini dia sudah bahagia dengan kehidupannya. Pria yang dia pilih juga bukan orang biasa, jauh lebih baik dibandingkan dengan saya, baik kepintaran ataupun kemapanan, apalagi soal wajah, jelas saya kalah jauh. Apa yang harus saya perbuat supaya berhenti memikirkannya. Saat saya berusaha untuk focus ke hal lain, ada saja yang membuat saya teringat tentang dia, terus berulang seperti itu.

Kondisi ini jelas merugikan saya. Tidak dapat berkonsentrasi terhadap kewajiban saya. Setiap detik berlalu tanpa ada hasil, yang artinya semakin jauh saya tertinggal dari persaingan. Kalau ini dibiarkan maka saya akan berada di dasar jurang kehancuran, di saat itu orang-orang yang tadinya bergerak bersama saya, akan ada di depan, termasuk dia. Dia pasti akan terus maju, saya punya keyakinan bahwa dia dalam 1-2 tahun akan menemui kesuksesan. Jika saya tidak bisa bangkit dari keterpurukan ini, maka saat itu saya pasti hanya dilihat sebagai sampah yang tidak berguna. Seperti sekarang, ditinggalkan dan dilupakan begitu saja.

Tapi apa yang harus saya lakukan? Jawabannya belum juga saya temukan sampai saat ini. Perasaan cinta saya ke dia sangatlah dalam, ini juga yang membuat sakitnya tidak bisa hilang begitu saja. Banyak yang menyarankan supaya saya segera mencari penggantinya. Tapi buat saya itu bukan ide yang bagus. Fokus saya sekarang bukan itu. Tapi bagaimana saya bisa mencapai tujuan saya kalau konsentrasi ini tidak dapat dikembalikan seperti dulu. Selalu buyar oleh perasaan sedih, menyesal, dan sakit hati. Saat ini saya hanya bisa mengelus dada dan menarik nafas panjang. Merasakan sesaknya dada ini, membayangkan kenangan bersamanya.

Memang benar kata orang kalau cinta itu buta. Sudah tahu kalau hanya bertepuk sebelah tangan, tapi masih saja saya pertahankan. Bukan dipertahankan juga sih, tapi memang tidak bisa saya lupakan. Berbulan-bulan rasa itu saya pendam dalam hati. Masih terasa bagi saya dimana saat-saat saya menekan perasaan cinta saya ke dia. Berusaha tetap fokus pada tujuan awal. Dan ternyata berakhir tragis.

Iseng-iseng sambil menulis curhatan ini saya membuka kaskus, siapa tau ada yang bisa membuat saya tertawa sehingga rasa sedih ini terobati. Eh saya mendapati thread ini [Penting] Solusi Cepat Ketika Sakit Dada Sebelah Kiri Seperti Tertusuk Jarum. Saya memang kadang merasakan sakit seperti ditusuk jarum pada dada bagian kiri atau kanan (seringnya sih kiri). Dan ternyata menurut isi thread tersebut, itu merupakan “Angina Pectoris” atau gejala serangan jantung. Sebenarnya saya sudah pernah tahu, tapi saya abaikan. Entah mengapa malam ini saya dapati thread tersebut. Dan apa yang saya pikirkan setelah membaca threadnya, kematian. Ya, saya memikirkan kematian saya disebabkan oleh sakit jantung. Cukup seram memang, sampai-sampai kesedihan saya yang tadinya cukup terasa, menjadi hilang, digantikan oleh ketakukan.  Sepertinya ini teguran halus bagi saya, karena selama ini saya tidak pernah berolah raga. Saya juga lupa kapan terakhir kali saya olah raga. Saya harus bersiap menghadapi resiko serangan jantung ini. Saya yakin masih belum terlambat mencegahnya.

Categories: Umum
  1. No comments yet.
  1. April 28, 2012 at 4:05 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: