Home > Umum > Sabtu, 28 April 2012

Sabtu, 28 April 2012

Sabtu, 28 April 2012 jam 10:30. Sudah 3 minggu berlalu sejak saat itu. Hari demi hari saya lewati dengan menahan rasa sakit. Sepertinya sekarang saya sudah biasa hidup dengan rasa sakit itu. Setiap kali ingat dia atau menemui hal yang mengingatkan saya padanya maka sakit itu muncul kembali. Tidak jarang beberapa kali di malam hari hati ini menangis.

Dua malam yang lalu, setelah sekian lama, dia sms saya. Sebenarnya saya sudah perhitungkan ini akan terjadi, sayapun membalas smsnya. Kemarin pagi, melalui chat y!m dia menyapa saya, suatu hal yang sudah lama tidak kami lakukan. Ini semakin meyakinkan saya apa yang akan terjadi berikutnya. Dan benar saja, dia mengajak saya main di hari sabtu ini. Saya memang pernah bilang kepadanya jika ada waktu saya bersedia bertemu. Mendengar ajakannya kemarin, hati saya cukup bergetar, dua jawaban, ya dan tidak. Saya terus kepikiran apakah saya harus menemuinya hari ini atau tidak. Saat di chat memang saya menyatakan bisa bertemu dengannya hari ini. Tapi setelah itu saya kepikiran terus apakah ini adalah jawaban yang terbaik untuk saat ini.

Saya coba bertanya ke beberapa teman yang tahu betul kondisi saya sekarang. Mereka semua menyarankan untuk tidak menemui dia dulu saat ini. Dan memang ini sejalan dengan suara hati saya yang paling kuat yaitu tidak menemuinya. Saya punya 2 alasan kenapa akhirnya saya membatalkan pertemuan kami hari ini.

Pertama, luka di hati saya masih terbuka. Seperti teriris pisau saat saya mengingat kenyataan pahit yang saya alami sekarang. Kenyataan bahwa dia lebih memilih pria lain, kenyataan bahwa saya dulu pernah melakukan hal bodoh sehingga dia menjauh, kenyataan bahwa saya dibiarkan jatuh cinta terlalu dalam tapi berujung tragis. Apa jadinya jika hari ini kami bertemu? Melihat senyumnya yang selama ini masih jelas terekam di pikiran saya. Sepertinya hanya akan menambah dalam luka yang masih belum tertutup ini.

Kedua, sekarang dia sudah milik pria lain. Dia memang pernah bilang kalau sudah minta izin dengan pacarnya untuk bertemu saya. Tapi saya pikir lebih baik saya menjaga perasaan pria tersebut.

Entah kenapa saya seperti menyesal setelah membatalkan pertemuan kami hari ini. Mungkin ini karena rasa cinta saya ke dia masih ada, sehingga kuat keinginan untuk bertemu dengannya. Tapi jika itu saya paksakan terjadi hari ini. Mungkin saja saya akan menjadi gila karena sakit hati ini. Semoga dia bisa memahami keadaan saya sekarang dan alasan kenapa saya membatalkan pertemuan kami.

Categories: Umum
  1. No comments yet.
  1. May 2, 2012 at 8:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: